| dc.contributor.author | Purba, Ronal Hot Parulian | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-11T13:31:55Z | |
| dc.date.available | 2026-02-11T13:31:55Z | |
| dc.date.issued | 2026-02-11 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unrika.ac.id/handle/123456789/902 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi membuat manusia menikmati segala kemudahan dalam mendapatkan informasi yang begitu mudah, Dalam bidang jual beli untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dapat dilakukan tanpa bertemu langsung dengan penjual bahkan sampai antar negara. Dalam melaksanakan jual beli online diatur dalam Undang-undang No 19 tahun 2016 perubahan Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta diatur juga dalam pasal 1320 KUHPerdata. Dalam pelaksanaan jual beli Online tidak dapat dihindari pula dari perbuatan nakal Penjual bahkan Pembeli, dalam perbuatan wanprestasi. Adapun tujuan dari penelitian ini pertama, Untuk mengetahui Kepastian Hukum Dalam Upaya Penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian jual beli ecommerce kedua untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen jika dirugikan akibat adanya ketidak pastian hukumdalam perjanjian jual beli ecommerce. Pokok permasalahan dalam penelitian ini mengenai Kepastian hukum Dalam Upaya Penyelesaian Wanprestasi Dalam Perjanjian Jual Beli E-Coummerce. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif yaitu metode penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat dekriptif analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, instrument alat penelitian, dan analisis data penelitian. Metode penelitian ini digunakan untuk menjawab dan menganalisis pokok permasalahakn mengenai bentuk-bentuk wanprestasi dalam jual beli online menurut UU ITE dan Penyelesaian wanprestasi dalam jual beli online menurut UU ITE. Hasil Penelitian dan pembahasan ini menunjukan bahwa pertama, bentuk- bentuk wanprestasi dalam jual beli online menurut UU ITE dapat dilakukan oleh pihak penjual antara lain barang kiriman tidak sesuai dengan kesepakatan, Melakukan pengiriman tidak tepat waktu yang terjadi karena kesengajaan atau keadaan yg memaksa. Adapun dari wanprestasi pihak pembeli 2 melakukan keterlambatan membayar, tidak melakukan pembayaran dan melakukan pembayaran yang tidak sesuai kesepakatan. Kedua, Penyelesaian wanprestasi dalam jual beli online menurut UU ITE dapat dilakukan melalui litigasi dan nonlitigasi. | en_US |
| dc.description.sponsorship | UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN | en_US |
| dc.language.iso | other | en_US |
| dc.publisher | UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN | en_US |
| dc.subject | Wanprestasi, Perjanjian, E-coummerce | en_US |
| dc.title | KEPASTIAN HUKUM DALAM UPAYA PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI E- COMMERCE | en_US |
| dc.type | Article | en_US |