Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan baku kacang
terhadap mutu tempe berdasarkan uji organoleptik dan kadar air serta
mengimplementasikan hasil penelitian dalam bentuk Lembar Kerja Praktikum
(LKP) Bioteknologi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan
Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tempe kacang kedelai sebagai
kontrol, tempe kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah sebagai perlakuan,
masing-masing dengan tiga kali ulangan. Uji organoleptik menggunakan uji
hedonik skala tujuh terhadap atribut warna, aroma, tekstur, rasa, dan overall oleh
41 panelis tidak terlatih. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis
dan Mann-Whitney, sedangkan kadar air dianalisis melalui uji normalitas,
homogenitas, One-Way ANOVA, dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jenis bahan baku berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut organoleptik, dengan
nilai signifikansi warna 0,000; aroma 0,025; tekstur 0,000; rasa 0,000; dan overall
0,000. Tempe kacang kedelai memperoleh penerimaan keseluruhan tertinggi
dengan mean rank 114,34. Kadar air juga menunjukkan perbedaan nyata
antarperlakuan (p=0,000), dengan rata-rata tertinggi pada tempe kacang hijau
sebesar 70,66% dan terendah pada tempe kacang tanah sebesar 35,07%. Hasil
penelitian diimplementasikan dalam LKP Bioteknologi yang memuat konsep
fermentasi dan diversifikasi pangan. Kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah
berpotensi sebagai alternatif bahan baku tempe untuk mendukung diversifikasi
pangan lokal di Kota Batam.