Abstract:
Penelitian ini menganalisis pengaruh teknologi informasi, budaya organisasi, komunikasi,
dan literasi digital terhadap kualitas pelayanan publik pada tingkat pemerintahan
kecamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori
untuk menguji hubungan kausal antar variable. Populasi penelitian ini berjumlah 83
pegawai ASN kantor kecamatan Tanjungpinang kota. Sampel diambil menggunakan teknik
jenuh (sensus), dengan populasi dijadikan responden penelitian. Pendekatan penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui
kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk
menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa teknologi informasi, budaya organisasi, komunikasi, dan literasi
digital secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan
publik. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi teknologi informasi, budaya
organisasi, komunikasi dan literasi digital terhadap kualitas pelayanan. Ada 33.6%
dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini
mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh
ketersediaan sistem dan infrastruktur teknologi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh budaya
kerja aparatur, efektivitas komunikasi pelayanan, serta kemampuan literasi digital pegawai
dalam mendukung proses pelayanan publik.