Abstract:
Bandar hawa ialah aspek serta bagian yang sangat berarti di dunia penebangan dunia paling
utama lndonesia, mengingat segala aktipitas penebangan ada di bandar hawa. Peristiwa Force
Majeure meropakan salah satu peristiwa yang bisa terjalin sebab kesalahan pegoperasian
bandar hawa oleh tubuh usaha bandar hawa sehingga berakibat pada kerugian industri
penerbangan selaku pengguna utama bandar hawa.
Riset ini buat mengenali Tangung Jawab Pengelola Bandar Hawa Kepada Maskapai
Penerbangan Yang Megidap Kerugian Akibat Pesawat Tidak Bisa Mendarat Disebabkan Force
Majeuru, serta Peroses Penerapan Pebayaran Ubah Rugi Terhadap Maskapai Penerbangan
Yang Mengidap Kerugian Akibat Pesawat Tidak Bisa Medarat Disebabkan Force Majeuru.
Tata cara yang dipakai dalam riset ini merupakan yuridis empiris dengan riset kepustakaan
serta wawancara, dalam peroses riset ini buat mengenali serta mengenalisa Tanggung Jawab
Pengelola Bandar Hawa Kepada Maskapai Penebangan Yang Mengidap Kerugian Akibat
Pesawat Tidak Bisa Mendarat Disebabkan Force Majeuru, serta Peroses Penerapan
Pembayaran Ubah Rugi Terhadap Maskapai Penerbangan Yang Mengidap Kerugian Akibat
Pesawat Tidak Bisa Mendarat Disebabkan Force Majeuru.
Hasil riset bisa disimpulkan kalau tubuh usaha bandar hawa bertanggungjawab atas
kerugian industri penerbangan akibat terdapatnya Force Majeure sebab kesalahan
pengoperasian bandar hawa, sebab tubuh usaha bandar hawa serta industri penerbangan
memiliki sesuatu perjanjian buat industri penerbangan bisa menikmati layanan bandar hawa
sehingga tubuh usaha bandar hawa bertanggungjawab atas kerugian sebab ketidaksesuaian
perpormance layanan yang sudah diperjanjikan