Abstract:
Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelenggaraan pelayanan kesehatan
di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan studi kasus di Pulau Bahan,
Kabupaten Karimun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis
kepulauan yang menyebabkan keterbatasan transportasi, infrastruktur, tenaga
kesehatan, obat-obatan, alat medis, serta hambatan cuaca dan gelombang laut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian
terdiri atas aparatur pemerintah desa, tenaga kesehatan, perangkat RT/RW, dan
masyarakat Pulau Bahan. Analisis menggunakan teori implementasi kebijakan
George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan
struktur birokrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Pulau Bahan
telah berjalan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), Posyandu, dan dukungan
pemerintah desa berupa ambulans desa untuk membantu rujukan pasien.
Komunikasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, RT/RW, dan masyarakat
berjalan cukup baik melalui komunikasi langsung, telepon, dan WhatsApp,
meskipun masih terkendala jaringan. Dari aspek sumber daya, pelayanan masih
menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, obat-obatan, alat medis, fasilitas, dan
transportasi untuk rujukan. Dari aspek disposisi, tenaga kesehatan menunjukkan
tanggung jawab dan komitmen dalam memberikan pelayanan. Struktur birokrasi
dan prosedur rujukan telah tersedia, tetapi pelaksanaannya menyesuaikan kondisi
geografis dan fasilitas yang ada.
Kesimpulannya, pelayanan kesehatan di Pulau Bahan telah tersedia dan
berjalan, tetapi belum optimal. Keterbatasan sumber daya, infrastruktur, kondisi
geografis kepulauan, serta ketergantungan pada transportasi laut menjadi faktor
utama yang memengaruhi pelayanan kesehatan di wilayah 3T.