Abstract:
Judul penelitian ini adalah Implementasi Kebijakan Program Rumah Subsidi Bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Batam Tahun 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi
atas masalah kurangnya informasi dari Implementasi Kebijakan Program Rumah Subsidi Bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Batam Tahun 2022 yang belum dirasakan secara
menyeluruh pada masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Batam.
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Mengidentifikasi
Implementasi Kebijakan Program Rumah Subsidi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di
Kota Batam Tahun 2022. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan pengetahuan,
khususnya mengenai Implementasi Kebijakan Program Rumah Subsidi Bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah di Kota Batam.
Metode penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dimana peneliti akan melakukan
analisis mendalam terhadap masalah yang akan diteliti melalui pendekatan observasi dan
wawancara. Penelitian ini di lakukan di Dinas Perakimtan Kota Batam yang beralamat di Jl.
Kartini I No.29, Sungai Harapan, Kec. Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau 29425.
Hasil penelitian ini menunjukkan Standar dan sasaran kebijakan berdasarkan ketentuan
yang ditentukan pemerintah ternyata belum dapat memenuhi target dan sasaran program,
Kemampuan sumber daya dinilai kurang dalam memahami pelaksanaan program, membuat
informasi pelaksanaan dan pengawasan program berjalan tidak seluruhnya tepat sasaran untuk
masyarakat berpenghasilan rendah, Komunikasi dan aktivitas antar pemangku kepentingan sudah
berjalan cukup baik, hanya saja saat seseorang pertama kali berkunjung untuk menanyakan soal
perumahan, baik pengembang maupun bagian pemasaran tidak menunjukkan adanya rumah
bersubsidi bagi MBR, melainkan menawarkan langsung rumah dengan harga murah, Agen
pelaksana dalam melakukan pembangunan rumah subsidi ini cukup memperhatikan SOP dan
mengejar pelaksanaan pembangunan sesuai jangka waktu yang telah disepakati, Kondisi
ekonomi, sosial dan politik menjadi masalah bagi MBR yang memiliki penghasilan rendah dan
pekerjaan jauh dari lokasi rumah bersubsidi tersebut, dikarenakan rumah subsidi yang dibangun
di wilayah Batuaji hanya terdapat satu, Pengembang saat menawarkan rumah bersubsidi
mengikuti patokan maksimal yang ditentukan pemerintah.