Abstract:
Perkembangan Kota Batam yang semakin pesat baik dari segi penduduk maupun kemajuan
industri, menimbulkan kebutuhan akan fasilitas publik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
kota. Pertumbuhan jumlah tempat berkumpul yang hanya dikhususkan untuk komunitas atau kalangan
tertentu kemudian menimbulkan masalah baru, yaitu tidak adanya fasilitas umum yang dapat digunakan
oleh berbagai kalangan untuk dapat berkumpul melakukan kegiatan seperti edukasi, rekreasi, olahraga,
dan kegiatan lain yang dapat dilakukan dalam satu tempat dan terbuka untuk umum. Salah satu kawasan
yang memiliki potensi menjadi pusat kegiatan masyarakat berbagai kalangan adalah kawasan Teluk
Tering. Hal ini tentu berdampak positif bagi komunitas masyarakat di sekitar Kawasan. Namun, kondisi
eksisting site di kawasan Batam saat ini belum tertata dengan rapi dan merespon lingkungan sekitar
dengan baik. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan desain Community & Youth
Center di Batam yakni dengan pendekatan Arsitektur Ekologis yang dapat mengatasi permasalahan
lingkungan di sekitar kawasan, sehingga terjalin fungsi pusat kegiatan masyarakat tanpa merusak
lingkungan, melainkan sumber daya alam yang ada dimanfaatkan dengan baik.