Abstract:
Pembangunan Infrastruktur yang dilaksanakan di tingkat Kelurahan merupakan
realisasi pembangunan nasional. Permasalahan pembangunan infrastruktur yang berada di
daerah hinterland sering kali menujukan pembangunan yang dilakukan tidak menujukan
keberhasilan pembangunan infrastruktur. Bagaimana Efektivitas Pembangunan
Infrastruktur Jalan di Kelurahan Pecong Kecamatan Belakang Padang Oleh Dinas
Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan Kota Batam Tahun 2022.
Tujuan dari Penelitian ini mengetahui Efektivitas Pembangunan Infrastruktur Jalan
di Kelurahan Pecong Kecamatan Belakang Padang Oleh Dinas Perumahan Rakyat
Permukiman dan Pertamanan Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian
kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan melalui studi lapangan berupa observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori
efektivitas menurut William N. Dunn dengan menggunakan indikator efisiensi, kecukupan,
perataan, responsivitas, dan ketepatan.
Hasil Penelitian ini menujukan bahwa efisiensi pengerjaan semenisasi jalan yang
sesuai dengan target pengerjaan yang sudah ditentukan berdasarkan perencanaan
pembangunan infrastruktur jalan. Kecukupan pembangunan infrastruktur tentu
memberikan oleh Pemerintah, hanya saja pelaksanaannya kurang menjadi perhatian yang
serius dalam menyelesaikan permasalahan jalan daerah hinterland yang asal-asalan.
Perataan pembangunan infrastruktur jalan di sudah berjalan optimal, dimana tiap RT yang
berada di RW 1 dan RW 2 mendapatkan semenisasi jalan bergantian. Responsivitas
pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Pecong memiliki penilaian tersendiri di
suruh stekholder di pulau Pecong. Ketepatan dalam pembangunan infrastruktur jalan di
Kelurahan Pecong sudah mencapai tujuan program pembangunan infrastruktur di daerah
hinterland.
Pembangunan infrastruktur jalan harus memperhatikan standar semenisasi yang
dapat menciptakan kualitas jalan yang tahan lama dan manfaat pembangunan dapat
dirasakan. Daerah hinterland harus diperhatikan dengan serius oleh Pemerintah. Hinterland
sering kali mengalami ketertinggalan pembangunan.