| dc.description.abstract |
Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur produksi alat pengeboran oil & gas. Proses
produksi di perusahaan menggunakan dua mesin identik. Dua mesin identik ini tidak saling
berhubungan dalam proses produksinya. Penjadwalan di perusahaan dalam memproduksi
menggunakan metode random, sedangkan dalam pengiriman produk di perusahaan saling
berpasangan contohnya produk satu-dua dan produk tiga-empat. Meskipun produksi menggunakan
dua mesin identik tetapi perusahaan sering mengalami keterlamabatan 1 sampai 2 minggu dalam
pengiriman produk. Hal ini di sebabkan oleh faktor produk yang seharusnya di kirim berpasangan
tetapi produk tersebut belum selesai di produksi, dikarenakan metode penjadwalan produksi yang
digunakan belum tepat. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu menentukan dispaching rule
pada penjadwalan yang tepat. Adapun metode yang dipakai dalam menyelesaikan penelitian yaitu
metode dispatching rule FCFS (Fist Come Fist Serve), SPT (Shortest Proccessing Time) dan Metode
Johnson. Dispatching rules dengan aturan FCFS, SPT dan Jhonson, dari ketiga aturan tersebut SPT
(Shortest Prosessing Time) adalah metode terbaik untuk penjadwalan produksi karena memiliki waktu
terpendek diantara FCFS dan jhonson. Waktu penyelesaian rata-rata yaitu 102,5 jam, utilisasi mesin
yaitu 20%, jumlah pekerjaan rata-rata dalam sistem yaitu 7,50 jam, keterlambatan pekerjaan rata-rata
yaitu 1,7 jam serta waktu alir rata-rata 596,0 jam. |
en_US |