Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan serbuk kayu sebagai pengganti
agregat untuk pembuatan batako terhadap persentase komposisi yang digunakan agar dapat memenuhi
kriteria mutu batako sesuai Standar Nasional Indonesia. Dengan cara mengetahui perbandingan nilai
kuat tekan antara batako murni dan Batako dengan campuran. Penelitian ini menggunaan limbah serbuk
kayu sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada pembuatan batako. Variasi campuran serbuk kayu
pada penelitian ini adalah 0%, 10%, 20%, 40% dan 60% dari berat pasir yang dibutuhkan. Rancangan
pencampuran bahan pada pembuatan batako ini menggunakan perbandingan 4 pasir:1 semen dengan
faktor air semen sebesar 0,5 pada semua variasi. Pencampuran pada penelitian ini menggunakan metode
manual blending. Setelah dilakukan uji kuat tekan batako, Hasil yang didapat menunjukkan bahwa
penambahan serbuk kayu sebagai pengganti sebagian pasir berpengaruh terhadap kualitas batako,
dimana pada variasi 10% dan 20% mengalami kenaikan kuat tekan, sedangkan pada variasi 40% dan
60% mengalami penurunan kuat tekan. Komposisi yang menggunakan campuran serbuk kayu dengan
variasi campuran 0%, 10%, 20% dapat digunakan pada pembuatan batako sedangan variasi campuran
40% 60% tidak dapat lagi dapat digunakan pada variasi campuran untuk pembuatan batako, karena
memenuhi syarat batako kelas II sesuai SNI 03-0349-1989. Hanya batako dengan variasi campuran
serbuk kayu 40% 60% yang tidak memenuhi syarat untuk dikategorikan batako kelas II.