Abstract:
Jumlah timbulan sampah terbesar ada di Kota Batam yakni 870,98 ton/hari. Sedangkan jumlah timbulan
sampah terkecil ada di Kabupaten Kepulauan Anambas yakni 13,04 ton/hari. Berdasarkan data yang ada, jumlah
sampah di Kepri pada tahun 2021 sebanyak 484.136 ton, dengan jumlah penduduk pada semester tahun 2021
sebesar 2.055.278 jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk ini mempengaruhi produksi sampah yang dihasilkan dan
ditampung di TPA Telaga Punggur. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data sekunder, wawancara
dan pengamatan langsung di lapangan untuk data primer. Berdasarkan hasil analis dan kesimpulan hasil (1)
Kriteria kegiatan pengelolaan sampah di TPA Telaga Punggur menggunakan metode Sanitary Landfill atau
penumpukan dan penimbunan untuk mengelola sampah dengan jumlah Checklist Point sebanyak 12 Checklist
Point 12 (75%). TPA Telaga Punggur memilih metode sanitary landfill dikarenakan Berdasarkan hasil penelitian
kegiatan yang dilakukan TPA Telaga Punggur kriteria Keberadaan Lahan TPA Telaga Punggur dipilih sudah
berdasarkan faktor lingkungan, komunitas dan biaya. Berdasarkan kriteria Kapasitas Lahan TPA Telaga Punggur
sudah direncanakan. Berdasarkan kriteria Perencanaan Sel TPA Telaga Punggur ada perencanaan setiap sel, sel
aktif dibatasi pada area yang terkecil dan sampah yang dibuang pada area yang direncanakan. Berdasarkan kriteria
Perencanaan Lahan TPA Telaga Punggur memiliki persiapan lahan TPA yang ekstensif. Berdasarkan kriteria
Manajemen Lindi TPA Telaga Punggur menerapkan manajemen lindi dilakukan secara menyeluruh. Berdasarkan
kriteria Tanah Penutup TPA Telaga Punggur melakukan tanah penutup harian, tanah penutup antara dan tanah
penutup akhir. Berdasarkan kriteria Pagar TPA Telaga Punggur. Berdasarkan kriteria Sumber Sampah TPA
Telaga Punggur memiliki pagar. Berdasarkan kriteria Pencatatan TPA Telaga Punggur dilakukan pencatatan
lengkap terhadap volume, tipe dan sumber sampah, juga aktifitas yang dilakukan di TPA. Berdasarkan kriteria
Berdasarkan kriteria Biaya TPA Telaga Punggur investasi awal mahal akan tetapi biaya jangka panjang untuk
operasional serta pemeliharaan moderat. Berdasarkan kriteria Dampak Lingkungan dan Kesehatan TPA Telaga
Punggur dampak minimum terhadap lingkungan dan kesehatan. (2) Berdasarkan evaluasi, TPA Telaga Punggur
telah sesuai dengan SNI 03-3241-1994 dan SNI 03-3242-2008, TPA Telaga Punggur juga memiliki beberapa
kelebihan, seperti ketersediaan lahan yang memadai dan pengelolaan gas metana. Namun, perlu diperhatikan
kualitas air lindi dan pengelolaan sampah di sumber agar sesuai dengan standar SNI. Pengawasan yang ketat dan
inovasi dalam pengelolaan sampah akan membantu meningkatkan kesesuaian TPA Telaga Punggur dengan
standar yang berlaku.