| dc.description.abstract |
Karena banyaknya pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke, wilayah lautnya yang luas,
serta kekayaan biota dan fauna perairannya yang melimpah, Indonesia diakui sebagai negara maritim.
Dengan luas daratan 1.082,95 km2 dan lautan 3.182,98 km2, Kota Batam saat ini menempati wilayah
seluas sekitar 4.265,63 km2, dengan sebagian wilayah laut berada di Provinsi Kepulauan Riau. Strategi
Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau digunakan untuk mengevaluasi
produksi perikanan tangkap secara keseluruhan pada tahun 2019. Strategi tersebut menetapkan target
sebesar 305.239,05 ton, namun realisasinya sebesar 309.287,15 ton. Hal ini terlihat dari beberapa
pelabuhan perikanan yang mendukung operasi dan produksi perikanan Kota Batam. Namun berdasarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 Pasal 185 Ayat 1 tentang Fasilitas
Pelabuhan Perikanan, nampaknya fasilitas pelabuhan perikanan Kota Batam kurang memadai untuk
membongkar hasil tangkapan, dan terjadi kebocoran bahan bakar di area pelabuhan yang menyebabkan
limbah minyak dan solar, membuat laut menjadi gelap. Oleh karena itu, lingkungan hidup menjadi
landasan dalam proses perancangan Arsitektur Ekologi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Teknik
arsitektur ekologi tidak hanya melestarikan ekosistem dan memiliki ide desain ramah lingkungan,
namun juga menghemat energi dan mengutamakan sumber daya alam yang dapat didaur ulang. |
en_US |