Abstract:
Kota Batam merupakan salah satu kota besar di provinsi Kepulauan Riau yang dikenal sebagai kota pariwisata dan
kota industri. Seiring dengan bertambah banyaknya jumlah pendatang sehingga menyebabkan meningkatnya
perekonomian yang terjadi di Kota Batam dan mengakibatkan peningkatan kendaraan pribadi yang tidak dapat
dihindari lagi. Hal ini berdampak pada timbulnya masalah-masalah yang berupa kemacetan, tundaan, antrian dan lainlain pada simpang jalan di Kota Batam. Pertambahan kendaraan yang tidak di imbangi dengan perkembangan sarana
dan prasarana yang ada akan menimbulkan konflik pada ruas jalan khususnya pada persimpangan. Metode yang akan
digunakan adalah menggunakan MKJI 1997 sebagai acuan analisa data yang akan di lakukan. Dari hasil analisis pada
kondisi awal didapatkan nilai kapasitas yaitu = 2900 smp/jam dengan arus lalu lintas yang di dapatkan sebesar = 4323
smp/jam serta nilai tundaan = 13.57 detik/smp dan nilai derajat kejenuhan sebesar = 0.816 . dikarenakan nilai DS yang
kurang dari standar oleh MKJI 1997 maka tidak di perlukan rekayasa perancangan. Perbaikan kinerja simpang yang
paling optimal adalah pemberian rambu lalu lintas di sekitar simpang tersebut untuk mengurangi angka kemacetan
dan titik jenuh yang terjadi.