| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan bottom ash terhadap karakteristik pemadatan
dan kuat geser tanah lempung yang berasal dari kawasan Temiang, Kota Batam. Variasi bottom ash yang digunakan
terdiri atas 0%, 10%, 20%, dan 30% berdasarkan berat kering tanah. Penelitian diawali dengan pengujian sifat fisik
tanah yang meliputi kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg, serta distribusi ukuran butiran. Selanjutnya, dilakukan
pengujian Standard Proctor untuk memperoleh nilai Optimum Moisture Content (OMC) dan Maximum Dry Density
(MDD), kemudian dilanjutkan dengan Direct Shear Test untuk menentukan parameter kuat geser berupa kohesi (c)
dan sudut geser dalam (φ). Hasil pengujian Standard Proctor menunjukkan bahwa OMC pada campuran 0%, 10%,
20%, dan 30% masing-masing sebesar 13%, 12%, 13%, dan 13%, dengan nilai MDD berturut-turut sebesar 1,594
gr/cm³, 1,509 gr/cm³, 1,433 gr/cm³, dan 1,701 gr/cm³. Berdasarkan hasil Direct Shear Test, campuran bottom ash
sebesar 20% menghasilkan nilai kohesi tertinggi, yaitu 0,7507 kg/cm² atau mengalami peningkatan sekitar 1,4%
dibandingkan tanah asli. Sementara itu, nilai sudut geser dalam pada campuran 20% sebesar 54,16° atau mengalami
penurunan sebesar 11,46° terhadap tanah asli. Penambahan bottom ash hingga 30% cenderung menurunkan parameter
kuat geser yang disebabkan oleh berkurangnya ikatan antarpartikel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan bottom ash sebesar 20% merupakan variasi yang paling signifikan dalam meningkatkan nilai kohesi tanah
lempung dan berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif untuk stabilisasi tanah |
en_US |