Abstract:
Muhammad Haikal, NPM 211120005. Perkembangan permainan
sampan (kolek) budaya masyarakat melayu di Pulau Jaloh tahun 1967-
2025, Skripsi Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan Universitas Riau Kepulauan Pembimbing I Arnesih,S.
Ag., M.M. Pembimbing II Novita Mandasari Hutagaol, S.Pd., M.Hum.
Kolek merupakan permainan tradisional masyarakat melayu pesisir
terutama Pulau Jaloh, namun permainan kolek di Pulau Jaloh kurangnya
minat bagi generasi muda, karena dipengaruhi perkembangan zaman
yang serba modern. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui
sejarah masuknya permainan kolek, di Pulau Jaloh. Jenis peneltian ini
adalah kualitatif dengan metode historis. Keseluruhan data-data diperoleh
melalui obeservasi,wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh
melalui wawancara dengan tokoh masyarakat yang sudah ada pada saat
pertama kali sampan kolek masuk di Pulau Jaloh pada tahun 1967, serta
dilakukan obeservasi dan dokumentasi langsung oleh penulis dilapangan.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa permainan sampan kolek di
Pulau Jaloh cukup banyak memilki perkembangan dari awal masuknya
kolek sampai dengan sekarang. Perlombaan kolek yang sering diadakan
dalam rangka memperingati hari-hari besar. Serta juga membahas cara
bagimana perkembangan pembuatan kolek, pembuatan kolek dilakukan
dengan memilih kayu yang kuat dan tahan lama sperti kayu seraya,
gerungang dan medang.
Kemudian juga membahas bagaimana cara masyarakat Pulau Jaloh
melestarikan permainan kolek, cara melestarikan kolek dapat di lakukan
dengan cara yaitu menjaga kolek dan juga selalu mengadakan
perlombaan kolek. Pelestarian kolek dilakukan melalui perawatan yang
tepat, penyimpanan di tempat teduh untuk mencegah kerusakan, serta
pewarisan keterampilan pembuatan dan teknik permainan kepada
generasi muda. Setelah menguasai keterampilan tersebut, generasi muda
dilibatkan dalam perlombaan baik di Pulau Jaloh maupun di daerah lain,
sehingga keberlanjutan tradisi tetap terjaga: