| dc.description.abstract |
Tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah serta kompresibilitas
yang tinggi sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat proses konsolidasi.
Salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik tanah adalah dengan
memanfaatkan bottom ash sebagai bahan stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan bottom ash terhadap kepadatan dan karakteristik
konsolidasi tanah lempung.
Penelitian dilakukan menggunakan sampel tanah dari kawasan Temiang,
Batam, dengan variasi campuran bottom ash sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%.
Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah, Standard Proctor
Test, dan uji konsolidasi satu dimensi mengacu pada ASTM D2435. Parameter yang
dianalisis meliputi kadar air optimum (OMC), berat volume kering maksimum
(MDD), angka pori, indeks kompresi (Cc), tekanan prakonsolidasi (Pc), dan
koefisien konsolidasi (Cv).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang digunakan termasuk tanah
lempung plastisitas rendah (CL) berdasarkan klasifikasi USCS dan kelompok A-2-
6 berdasarkan AASHTO. Tanah asli memiliki kadar air optimum sebesar 13% dan
berat volume kering maksimum sebesar 1,594 gr/cm³. Penambahan bottom ash
meningkatkan kepadatan tanah, dengan nilai MDD tertinggi sebesar 1,701 gr/cm³
pada campuran 30%. Secara keseluruhan, variasi bottom ash 30% memberikan
karakteristik konsolidasi yang paling baik dibandingkan variasi lainnya, sehingga
berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk meningkatkan kualitas tanah
lempung. |
en_US |