Abstract:
Wisata religi merupakan salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang memanfaatkan nilai
sejarah, budaya, arsitektur, dan kegiatan keagamaan sebagai daya tarik wisata. Masjid Sultan Mahmud Riayat
Syah merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kota Batam yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan, namun peningkatan kunjungan wisatawan masih memerlukan dukungan pengelolaan dan peran
pemerintah daerah yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Batam dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Informan penelitian dipilih berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan terhadap pengelolaan wisata
religi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Batam menjalankan tiga peran utama, yaitu sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator.
Sebagai motivator, Disbudpar berperan melalui promosi wisata, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, dan
peningkatan partisipasi masyarakat. Sebagai fasilitator, peran dilakukan melalui penyediaan fasilitas wisata,
aksesibilitas wisata, dan penyediaan informasi wisata. Sementara sebagai dinamisator, Disbudpar menjalankan
peran melalui koordinasi antar stakeholder, kerja sama pariwisata, dan pengembangan jaringan wisata. Peran
tersebut telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan yang mengalami peningkatan
dari 4.850 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 15.750 wisatawan pada tahun 2025. Namun demikian,
pelaksanaan peran Disbudpar belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat keterbatasan fasilitas
pendukung, transportasi umum, informasi wisata, koordinasi antar stakeholder, serta jaringan wisata religi yang
belum terintegrasi. Disimpulkan bahwa peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam telah berjalan dan
berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas
fasilitas dan informasi wisata, penguatan koordinasi dan kerja sama stakeholder, serta pengembangan jaringan
dan paket wisata religi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.