Abstract:
Pembangkit listrik tenaga surya merupakan energi terbarukan yang dapat mengurangi emisi karena tidak memiliki
mekanisme yang memerlukan bahan bakar fosil. Pembangkit listrik tenaga surya menyerap cahaya matahari melalui panel
surya atau disebut dengan photovoltaic cell yang kemudian diubah menjadi energi listrik melalui proses solar charging
controler dan di simpan di dalam baterai yang merupakan energi listrik yang bersifat DC atau arus searah , Sehingga
diperlukan inverter untuk mengubah arus DC ke arus AC atau arus bolak balik sebelum disalurkan dan digunakan dalam
kehidupan sehari hari. Perancangan PLTS butuh analisa perhitungan yang matang untuk menghindari kekurangan serta
kelebihan energi listrik setelah pengoperasiannya.oleh sebab itu penulis ingin melakukan penelitian terhadap PLTS yang
terpasang di kampus UNRIKA untuk dengan tujuan menganalisa agar kebutuhan yang terpasang sesuai dengan PLTS yang
dirancang sehingga tidak terjadi defisit daya atau kelebihan daya yang di suplai oleh PLTS tersebut. Metode yang digunakan
yaitu penelitian deskriptif yang membuat penulisan secara sistematis dan akurat tentang fakta yang diambil melalui
penelitian. Setelah dilakukan penelitian dan analisa terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Surya didapatkan hasil bahwa sistem
bekerja dengan baik dan benar serta menghasilkan energi listrik sebagaimana mestinya Berdasarkan hasil pengujian selama 6
hari penelitian terhadap PLTS tersebut didapatkan rata-rata bahwa puncak produksi energi listrik oleh panel surya terdapat
pada pukul 14.15 WIB dengan hasil 165.36 Watt.