Abstract:
Stigma masyarakat yang tidak yakin terhadap tanggung jawab dan peran dari politisi, baik itu dari
kalangan tua maupun dari kalangan muda. Tingkat kepercayaan publik terhadap politisi maupun
partai politik dipengaruhi oleh adanya ekspektasi publik yang tidak dijalankan dengan baik oleh
politisi atau partai politik salah satunya terhadap pembangunan infrastruktur. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui bagaimana peranan politisi muda terhadap pembangunan
infrastruktur di hinterland khusunya di Kecamatan Belakang Padang. Metode penelitian yang
digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode informan yang digunakan dalam
penelitian dalam ini menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan
melalui studi lapangan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan
teori Rizzo, House, dan Lirtzman untuk mendeskripsikan Wewenang, Tanggung Jawab, Kejelasan
Tujuan dan Cakupan Pekerjaan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam upaya
pembangunan infrastruktur di hinterland peranan politisi muda belum banyak berperan terhadap
pembangunan infrastruktur atau minim pembangunan infrastruktur di hinterland. Hal ini dapat di
lihat dari indikator cakupan pekerjaan yang di mana dari cakupan pekerjaan terdapat sub indikator
persamaan. Dari sub inikator persamaan di jelaskan untuk meyakini adanya distribusi yang adil
dan dilayani semua masyarakat. Artinya semua masyarakat sebagai kontituen harus mendapat
pelayanan yang setara dan sama oleh politisi yang di wakili.