<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>JURNAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/415</link>
<description>JURNAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL</description>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 06:33:12 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-07T06:33:12Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR (STUDI KASUS: RSUD EMBUNG FATIMAH)</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/922</link>
<description>ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR (STUDI KASUS: RSUD EMBUNG FATIMAH)
Panjaitan, Hana Cyintia; Agustina, Dian Hastari; Ardi, Nadia Khaira
Ketersediaan lahan parkir perlu direncanakan agar tidak menimbulkan parkir di badan jalan. Kebutuhan parkir di&#13;
Rumah Sakit Embung Fatimah dilakukan dengan menganalisis karakteristik yang meliputi akumulasi parkir, volume&#13;
parkir, kapasitas parkir, tarif slot parkir, dan indeks parkir. Objek yang dibutuhkan untuk karakteristik parkir seperti&#13;
jumlah kendaraan saat keluar dan masuk parkir meliputi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, bahan yang&#13;
dimaksud dari survei yang telah dilakukan selama tujuh hari. Karakteristik parkir kendaraan roda empat Rumah Sakit&#13;
Embung Fatimah Kota Batam diperoleh nilai akumulasi puncak sebesar 173 kendaraan pada hari Rabu pukul 10.00 -&#13;
10.59. Indeks parkir tertinggi sebesar 2,04%, tingkat pergantian parkir tertinggi sebesar 7,48%. Sedangkan parkir&#13;
kendaraan roda dua di Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam diperoleh nilai akumulasi puncak sebesar 309&#13;
kendaraan pada hari Selasa pukul 10.00 - 10.59. Indeks parkir tertinggi sebesar 1,17%, tingkat pergantian parkir&#13;
tertinggi sebesar 5,15%. Diperkirakan pada 5 tahun kedepan atau pada tahun 2028, kendaraan roda dua membutuhkan&#13;
313 SRP dan 175 SRP untuk kendaraan roda empat. Dari penelitian penulis dapat disimpulkan bahwa area parkir&#13;
Rumah Sakit Embung Fatimah tidak dapat menangani kapasitas yang dibutuhkan untuk 5 tahun kedepan.
</description>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/922</guid>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EVALUASI PERBANDINGAN BIAYA DAN METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL DAN PELAT LANTAI BONDEK (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN DAN RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN KANTOR IMIGRASI, KOTA TANJUNGPINANG)</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/877</link>
<description>EVALUASI PERBANDINGAN BIAYA DAN METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL DAN PELAT LANTAI BONDEK (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN DAN RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN KANTOR IMIGRASI, KOTA TANJUNGPINANG)
Sasmita, Rizka; Ardi, Nadia Khaira; Gustiabani, Zures
Perkembangan teknologi konstruksi saat ini mengalami kemajuan pesat, yang ditandai&#13;
dengan hadirnya berbagai jenis material dan peralatan yang modern. Para pengusaha jasa&#13;
konstruksi selalu berusaha merealisasikan proyeknya tanpa mengesampingkan tercapainya&#13;
efisiensi biaya dan waktu, namun tetap memenuhi mutu. Penggunaan pelat boundeck&#13;
memiliki lebih banyak keuntungan dibanding dengan penggunaan pelat konvensional.&#13;
Pelat bondek dapat menghemat waktu pengerjaan karena pemasangan bondek tergolong&#13;
cepat karena berfungsi ganda yaitu sebagai bekisting tetap dan tulangan positif satu arah&#13;
dan penggunaan wiremesh sebagai tulangan Analisis yang dilakukan adalah&#13;
membandingkan pekerjaan pelat lantai konvensional dan pelat lantai bondek. Tujuan yang&#13;
ingin dicapai dalam penulisan tugas ini adalah untuk mengetahui biaya pelaksanaan pelat&#13;
beton lantai konvensional dan pelat beton lantai bondek serta mengetahui selisih biaya&#13;
antara keduanya yang mana lebih ekonomis. Metode yang digunakan untuk menghitung&#13;
biaya dengan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) 2022. Dari penelitian yang&#13;
dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan pelat&#13;
lantai konvensional sebesar Rp. 168,669.717.11 sedangkan anggaran biaya yang&#13;
dibutuhkan untuk pelat lantai bondek sebesar Rp. 130,989,805.40 Penggunaan pelat lantai&#13;
bondek lebih hemat 77.66% dibandingkan pelat lantai konvensional. Hal ini dikarenakan&#13;
adanya seilisih harga sebesar Rp. 37,679,911.71,dimana biaya pelaksanaan dihitung&#13;
menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan.
</description>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/877</guid>
<dc:date>2026-02-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PASIR PADA PEMBUATAN BATAKO</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/854</link>
<description>ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PASIR PADA PEMBUATAN BATAKO
sianturi, Mardianto; Kurniawan, Harry
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan serbuk kayu sebagai pengganti&#13;
agregat untuk pembuatan batako terhadap persentase komposisi yang digunakan agar dapat memenuhi&#13;
kriteria mutu batako sesuai Standar Nasional Indonesia. Dengan cara mengetahui perbandingan nilai&#13;
kuat tekan antara batako murni dan Batako dengan campuran. Penelitian ini menggunaan limbah serbuk&#13;
kayu sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada pembuatan batako. Variasi campuran serbuk kayu&#13;
pada penelitian ini adalah 0%, 10%, 20%, 40% dan 60% dari berat pasir yang dibutuhkan. Rancangan&#13;
pencampuran bahan pada pembuatan batako ini menggunakan perbandingan 4 pasir:1 semen dengan&#13;
faktor air semen sebesar 0,5 pada semua variasi. Pencampuran pada penelitian ini menggunakan metode&#13;
manual blending. Setelah dilakukan uji kuat tekan batako, Hasil yang didapat menunjukkan bahwa&#13;
penambahan serbuk kayu sebagai pengganti sebagian pasir berpengaruh terhadap kualitas batako,&#13;
dimana pada variasi 10% dan 20% mengalami kenaikan kuat tekan, sedangkan pada variasi 40% dan&#13;
60% mengalami penurunan kuat tekan. Komposisi yang menggunakan campuran serbuk kayu dengan&#13;
variasi campuran 0%, 10%, 20% dapat digunakan pada pembuatan batako sedangan variasi campuran&#13;
40% 60% tidak dapat lagi dapat digunakan pada variasi campuran untuk pembuatan batako, karena&#13;
memenuhi syarat batako kelas II sesuai SNI 03-0349-1989. Hanya batako dengan variasi campuran&#13;
serbuk kayu 40% 60% yang tidak memenuhi syarat untuk dikategorikan batako kelas II.
</description>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/854</guid>
<dc:date>2026-01-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH VARIASI CAMPURAN FLY ASH DENGAN TANAH TERHADAP&#13;
SIFAT FISIS DAN KEPADATAN TANAH DENGAN STANDAR PROCTOR</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/853</link>
<description>PENGARUH VARIASI CAMPURAN FLY ASH DENGAN TANAH TERHADAP&#13;
SIFAT FISIS DAN KEPADATAN TANAH DENGAN STANDAR PROCTOR
Maelibi, Dapit
Tanah mempunyai peranan penting yang selalu berhubungan dengan teknologi konstruksi sipil. Hal tersebut&#13;
dikarenakan tanah yang menjadi dasar dalam suatu konstruksi yang mana sebagai pendukung kekuatan dasar&#13;
konstruksi tersebut. Tanah dalam sebuah kontruksi juga berfungsi sebagai media yang menahan dan meneruskan&#13;
beban dari struktur yang ada di atasnya. Daya dukung tanah dasar yang baik akan berpengaruh pada kekokohan suatu&#13;
kontruksi. Untuk mendapatkan kualitas tanah timbunan yang baik maka dibutuhkan stabilisasi tanah menggunakan&#13;
fly ash (abu terbang batu bara) sebagai bahan campuran (stabilisator) dengan variasi 5%, 10% dan 15% dari tanah&#13;
asli dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Variasi Campuran Fly Ash Dengan Tanah Terhadap Sifat Fisis Dan&#13;
Kepadatan Tanah Dengan Standar Proctor. Sampel tanah yang digunakan, tanah potongan bukit yang berlokasi&#13;
disamping Masjid NU Center Kepri di Jl. Abulyatama Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota dengan variasi&#13;
campuran fly ash 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian di laboratorium untuk uji berat jenis tanah asli dengan uji berat&#13;
jenis campuran variasi fly ash 5%, 10% dan 15% mengalami kenaikan nilai berat jenis. Untuk berat jenis tanah asli =&#13;
2,606 , 5% = 2,646, 10% = 2,652, 15% = 2,654. Sedangkan Berdasarkan hasil uji laboratorium pemadatan standar&#13;
proctor tanah asli nilai kadar air optimum sebesar 13% dengan berat kering tanah 1,890 gram/cm³, uji pemadatan&#13;
standard proctor dengan variasi fly ash 5% nilai kadar air optimum sebesar 12,80% dengan berat kering tanah 1,791&#13;
gram/cm³ , variasi fly ash 10% nilai kadar air optimum sebesar 12,85% dengan berat kering tanah 1,750 gram/cm³,&#13;
variasi fly ash 15% nilai kadar air optimum sebesar 12,95% dengan berat kering tanah 1,705 gram/cm³. Campuran&#13;
tanah asli dengan penambahan fly ash berpengaruh terhadap sifat fisis tanah dan nilai kepadatan dan kadar air optimum&#13;
pada tanah yang dicampur fly ash.
</description>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/853</guid>
<dc:date>2026-01-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
