<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>JURNAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/415</link>
<description>JURNAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL</description>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 21:16:11 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-07T21:16:11Z</dc:date>
<item>
<title>PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAHANAN PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK DITINJAU DARI KUAT TEKAN PAVING BLOCK</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1048</link>
<description>PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAHANAN PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK DITINJAU DARI KUAT TEKAN PAVING BLOCK
Laventa, Febri Fendi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash pada&#13;
pembuatan paving block terhadap persentase komposisi fly ash yang digunakan agar dapat&#13;
memenuhi kriteria mutu paving block sesuai Standar Nasional Indonesia. Dengan cara&#13;
mengetahui perbandingan nilai kuat tekan antara paving block murni dan paving block dengan&#13;
campuran fly ash. Penelitian ini menggunaan limbah fly ash sebagai bahan pengganti sebagian&#13;
pasir pada pembuatan paving block. Variasi campuran fly ash pada penelitian ini adalah 0%,&#13;
10%, 20%, 30% dan 40% dari berat pasir yang dibutuhkan. Rancangan pencampuran bahan&#13;
pada pembuatan paving block ini menggunakan perbandingan 4 pasir:1 semen dengan faktor air&#13;
semen sebesar 0,5 pada semua variasi. Pencampuran pada penelitian ini menggunakan metode&#13;
manual blending. Setelah dilakukan uji kuat tekan paving block, Hasil yang didapat&#13;
menunjukkan bahwa penambahan fly ash sebagai pengganti sebagian pasir berpengaruh&#13;
terhadap kualitas paving block, dimana pada variasi 10% mengalami kenaikan kuat tekan,&#13;
sedangkan pada variasi 20%, 30% dan 40% mengalami penurunan kuat tekan. Komposisi yang&#13;
menggunakan campuran fly ash dengan variasi campuran 0%, 10%, 20% dan 30% dapat&#13;
digunakan pada pembuatan paving block, karena memenuhi syarat paving block mutu B sesuai&#13;
SNI 03-0691-1996. Hanya paving block dengan variasi campuran fly ash 40% yang tidak&#13;
memenuhi syarat untuk dikategorikan paving block mutu B sesuai SNI 03-0691-1996.
</description>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1048</guid>
<dc:date>2026-05-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EVALUASI JARINGAN DRAINASE UNTUK MENANGGULANGI BANJIR DI PERUMAHAN LEGENDA MALAKA DAN PERUMAHAN LEGENDA BALI</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1030</link>
<description>EVALUASI JARINGAN DRAINASE UNTUK MENANGGULANGI BANJIR DI PERUMAHAN LEGENDA MALAKA DAN PERUMAHAN LEGENDA BALI
Widjatama, Denis Putri
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Batam dipengaruhi oleh iklim tropis basah,&#13;
dengan curah hujan berkisar 2600 mm per tahun dengan sistem drainase yang kurang&#13;
memadai. Hal ini dibuktikan oleh salah satu keterangan dari warga, pada tanggal 1 Maret&#13;
2023 terjadi banjir di Perumahan Legenda Malaka . Dilansir dari Dailykepri.com, Toto&#13;
Arpandi Ketua RW. 03 Perumahan Legenda Malaka Kelurahan Baloi Permai Kecamatan&#13;
Batam Kota menyebutkan bahwa sejak drainase saluran air di di Perumahan Legenda&#13;
Malaka dan Perumahan Legenda Bali diduga ditimbun oleh kontraktor pelaksana proyek,&#13;
maka terjadilah penyempitan saluran air sehingga meluapnya air langsung ke arah&#13;
Perumahan Legenda Malaka dan Perumahan Legenda Balimetode penelitian deskripsi&#13;
kuantitatifDari data curah hujan selama 10 Tahun (2013 – 2022) di dapat intensitas hujan&#13;
dengan durasi 60 menit/jam sebesar 185,472 mm/jam, dan debit rencana sebesar 13,757&#13;
m³/detik2) Dengan saluran drainase penampang persegi dimensi saluran eksisting, B 1,30&#13;
m dan H 1,50 m didapatlah debit drainase eksisting 11,100 m3/detik. Maka di rencanakan&#13;
penampang saluran berupa: a. Dimensi saluran drainase sekunder dengan penampang&#13;
persegi panjang B 1,80 m dan H 2 m. b. Dimensi saluran drainase skunder dengan&#13;
penampang trapesium B1,30 m dan H1,50 m. c. Dimensi saluran drainase skunder dengan&#13;
penampang lingkaran D3 m, r 1,5 m, ∝ 37⁰ dan θ 286⁰.
</description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1030</guid>
<dc:date>2026-05-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DI SEKITAR GRAND BATAM MALL</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1023</link>
<description>ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DI SEKITAR GRAND BATAM MALL
Ulandari, Felany Frisca; Agustina, Dian Hastari
Lokasi Grand Batam Mall berdekatan dengan kawasan permukiman sehingga berdampak pada beberapa&#13;
perumahan. Penelitian bertujuan untuk menghitung kinerja ruas jalan terdampak di sekitar Grand Batam&#13;
Mall yaitu Jalan Pembangunan, Jalan Utama Happy Garden, dan Jalan Baloi Garden I. Analisis dilakukan&#13;
dengan cara menghitung lalu lintas harian rata-rata pada ruas jalan yang bersangkutan melalui survei&#13;
lapangan. Data hasil survei diolah dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun&#13;
1997. Survei lapangan dilakukan pada pagi hari saat mal belum buka dan sore hari saat mal sedang&#13;
beroperasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui derajat kejenuhan tertinggi terdapat pada ruas Jalan&#13;
Pembangunan pada hari Sabtu pukul 20.00 – 21.00 WIB dengan nilai sebesar 0,51. Derajat kejenuhan&#13;
tertinggi pada ruas Jalan Utama Happy Garden terjadi pada hari Selasa yang merupakan hari kerja pukul&#13;
17.00 – 18.00 WIB dengan nilai 0,45. Sedangkan pada ruas Jalan Baloi Garden 1 derajat kejenuhan&#13;
tertinggi terjadi pada hari Kamis yang juga merupakan hari kerja dengan nilai sebesar 0,06 pada pukul&#13;
08.00 – 09.00 WIB. Jika kita membandingkan derajat kejenuhan yang terjadi pada hari kerja dan hari libur,&#13;
maka dapat disimpulkan bahwa derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada hari Sabtu pukul 17.00 – 18.00&#13;
WIB. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pelayanan ruas jalan berbeda setiap&#13;
waktunya. Tingkat pelayanan memburuk disebabkan oleh kemacetan saat antri memasuki ke gedung mal.&#13;
Solusi yang dapat diberikan adalah pembatasan waktu drop-off dan melarang kendaraan untuk parkir di&#13;
bahu jalan yang menyebabkan berkurangnya lebar efektif ruas jalan
</description>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1023</guid>
<dc:date>2026-05-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PRIMER BERDASARKAN SURAT EDARAN TENTANG PEDOMAN DRAINASE JALAN NO. 15/P/BM/2021 (Studi Kasus: Kawasan Green Nongsa City, Kota Batam)</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/996</link>
<description>PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PRIMER BERDASARKAN SURAT EDARAN TENTANG PEDOMAN DRAINASE JALAN NO. 15/P/BM/2021 (Studi Kasus: Kawasan Green Nongsa City, Kota Batam)
Sanisan, Muhammad; Kusmawan, Edi; Kurniawan, Harry
Debit air yang tinggi pada musim hujan menyebabkan genangan air yang sering terjadi&#13;
dan meluas di permukaan jalan, menjadi masalah yang serius yang terus dihadapi oleh&#13;
masyarakat di Kawasan Green Nongsa City, Masalah ini disebabkan oleh kurangnya&#13;
saluran drainase yang memadai di kawasan tersebut Untuk itu sarana pembuangan berupa&#13;
saluran drainase sangat mendesak untuk direncanakan demi kepentingan umum terutama&#13;
bagi seluruh Masyarakat di Kawasan Green Nongsa City, Kawasan Green Nongsa City&#13;
yang secara pembangunan belum sepenuhnya terbangun oleh para depelover dan fasilitas&#13;
sarana prasarana belum di bangun oleh pemerintah sehingga pada musim penghujan&#13;
menjadi masalah pada drainase. Skripsi ini upaya mencari solusi untuk mengatasi&#13;
bencana banjir ini yaitu dengan adanya suatu sistem drainase yang baik dan terintegrasi,&#13;
dengan didukung aspek-aspek perencanaan yang terkait di dalamnya. Berdasarkan data&#13;
dan hasil analisis serta pembahasan yang dilakukan terdapat 2 saluran dari 4 saluran yang&#13;
memiliki kapasitas kurang sehingga akan menyebabkan air melimpas. Hal ini disebabkan&#13;
karena dimensi saluran eksisting tidak mampu mengalirkan debit air yang disebabkan&#13;
oleh intensitas hujan. Untuk mengatasi masalah – masalah yang terjadi pada saluran&#13;
drainase di Green Nongsa City, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu: a. Untuk&#13;
saluran yang masih dalam kondisi saluran alam, maka evaluasi yang dilakukan adalah&#13;
dengan membangun saluran permanen dengan dimensi yang ideal, b. Untuk&#13;
permasalahan saluran yang tertimbun dan saluran yang kotor maka dalam hal ini&#13;
diperlukannya kesadaran semua orang dalam melakukan perawatan terhadap saluran&#13;
drainase.
</description>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/996</guid>
<dc:date>2026-04-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
