<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>2026</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1121</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 15:25:23 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-29T15:25:23Z</dc:date>
<item>
<title>PERAN DIT SAMAPTA POLDA KEPRI DALAM MEMBANTU PENYELESAIAN MASALAH TINDAK PIDANA RINGAN DENGAN CARA RESTORATIVE JUSTICE</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1123</link>
<description>PERAN DIT SAMAPTA POLDA KEPRI DALAM MEMBANTU PENYELESAIAN MASALAH TINDAK PIDANA RINGAN DENGAN CARA RESTORATIVE JUSTICE
Ayatullah, Rahmat; Hadiyanto, Alwan; Putra, Rian Rusmana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana peran Dit Samapta&#13;
Polda Kepri dalam penyelesaian tindak pidana ringan melalui pendekatan&#13;
Restorative Justice (RJ) serta apa saja hambatan yang dihadapi oleh Dit Samapta&#13;
Polda Kepri Dalam Menerapkan Restorative Justice (RJ) dalam penyelesaian tindak&#13;
pidana ringan&#13;
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis&#13;
empiris. Penelitian yuridis empiris merupakan penelitian hukum yang mengkaji&#13;
penerapan ketentuan hukum dalam kondisi nyata yang berlangsung di tengah&#13;
masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan melihat keadaan atau fakta yang terjadi&#13;
secara langsung di lapangan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan&#13;
permasalahan penelitian. Data yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer,&#13;
sekunder, dan tersier. Bahan hukum primer diperoleh melalui sumber utama,&#13;
khususnya informan yang memberikan informasi berdasarkan hasil wawancara&#13;
dengan peneliti. Bahan hukum sekunder berupa karya ilmiah, makalah, doktrin,&#13;
serta pendapat para ahli hukum yang memiliki keterkaitan dengan objek penelitian.&#13;
Sementara itu, bahan hukum tersier digunakan sebagai bahan pendukung, seperti&#13;
kamus hukum dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.&#13;
Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Penegakan hukum&#13;
tidak hanya diarahkan untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga harus mampu&#13;
mewujudkan keadilan bagi masyarakat. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Dit&#13;
Samapta Polda Kepri menjalankan perannya dalam merespons keluhan masyarakat&#13;
mengenai keberadaan juru parkir liar dengan melakukan penindakan terhadap&#13;
tindak pidana ringan (Tipiring). Penindakan tersebut dilakukan terhadap juru parkir&#13;
yang melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018&#13;
tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir, khususnya sebagaimana diatur&#13;
dalam Pasal 12 ayat (1) jo. Pasal 62 ayat (1). Dalam pelaksanaan penyelesaian&#13;
perkara, pendekatan Restorative Justice dapat menjadi alternatif sepanjang&#13;
memenuhi persyaratan dan terdapat kesediaan dari pihak-pihak yang terlibat untuk&#13;
menyelesaikan perkara melalui pemulihan dan musyawarah. 2. Hambatan&#13;
penerapan Restorative Justice oleh Dit Samapta Polda Kepri salah satunya berasal&#13;
dari pihak korban. Kondisi emosional korban dapat menyebabkan proses&#13;
komunikasi dan upaya mediasi menjadi sulit, sehingga korban cenderung memilih&#13;
membuat laporan dan menempuh proses hukum daripada menggunakan alternatif&#13;
penyelesaian lainnya. Selain itu, penggunaan diskresi kepolisian juga menimbulkan&#13;
stigma negatif di sebagian masyarakat. Diskresi terkadang dipandang hanya sebagai&#13;
cara untuk mempercepat penyelesaian perkara atau bahkan dikaitkan dengan&#13;
kepentingan pribadi aparat terhadap pihak yang berperkara. Padahal, dalam&#13;
pelaksanaannya kepolisian berupaya menggunakan diskresi untuk mencari&#13;
penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak melalui prinsip win-win&#13;
solution, sehingga perkara dapat diselesaikan secara lebih efektif dengan tetap&#13;
memperhatikan kepentingan hukum serta hak para pihak.
</description>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1123</guid>
<dc:date>2026-10-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERAN PERUM BULOG DALAM STABILISASI HARGA BERAS DI KOTA BATAM BERDASARKAN PRINSIP HUKUM PERDATA</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1122</link>
<description>TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERAN PERUM BULOG DALAM STABILISASI HARGA BERAS DI KOTA BATAM BERDASARKAN PRINSIP HUKUM PERDATA
Lupito, Tri; Sakti, Indra; Riyanto, Agus
Indonesia adalah satu dari banyak negara di dunia yang makanan pokoknya berupa nasi sehingga beras menjadi komoditas utama, untuk itu indonesia mempunyai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan yaitu perusahaan umum bulog atau di singkat perum bulog sebagai suatu lembaga pangan di indonesia yang mengurusi tata niaga beras. Hal tersebut sesuai dengan tugasnya yang menyangkut harga beras,distribusi beras,dan pengelolaan beras  untuk menjaga ketahanan pangan. permasalahan dalam penelitian ini yaitu tinjauan yuridis terhadap perfan perum bulog dalam stabilisasi harga beras di kota batam berdasarkan prinsip hukum perdata dan dampak dari tidak adanya kestabilian harga beras di pasar domestik  dengan metode penelitian yuridis empiris, dimana penelitian ini berdasarkan pada struktur data yang di lakukan secara metodologis dan sistematis serta penelitian ini menekan kan pada penggunanaan data sekunder atau studi lapangan.
</description>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1122</guid>
<dc:date>2026-10-29T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
