<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/432">
<title>2025</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/432</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/536"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/468"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-07T06:36:11Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/536">
<title>PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN PERANAKAN TIONGHOA-MELAYU DI KOTA BATAM DENGAN KONSEP ECO-CULTUR</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/536</link>
<description>PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN PERANAKAN TIONGHOA-MELAYU DI KOTA BATAM DENGAN KONSEP ECO-CULTUR
Utomo, Mifta Huda; Maulana, Indri Astuti; Suprianto
Komunitas Peranakan Tionghoa-Melayu adalah hasil akulturasi antara budaya Tionghoa dan&#13;
Melayu yang telah lama menetap di Batam. Namun, dengan pesatnya perkembangan kota,&#13;
keberadaan budaya ini mulai terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat&#13;
Kebudayaan Peranakan Tionghoa-Melayu di Kota Batam dengan pendekatan konsep Eco-Culture,&#13;
yang menggabungkan pelestarian budaya dengan prinsip ramah lingkungan. Metode yang&#13;
digunakan mencakup studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan analisis kontekstual untuk&#13;
memahami kebutuhan ruang serta karakter budaya lokal. Hasil dari perancangan ini adalah pusat&#13;
kebudayaan yang menyediakan ruang edukasi, pameran, pertunjukan, serta fasilitas pendukung&#13;
yang berfungsi sebagai tempat interaksi, pembelajaran, dan pelestarian budaya. Penerapan konsep&#13;
Eco-Culture diwujudkan melalui penggunaan material lokal, sistem bangunan hemat energi, serta&#13;
integrasi ruang hijau. Dengan demikian, pusat kebudayaan ini diharapkan dapat menjadi ikon kota&#13;
sekaligus sarana untuk menjaga keberlanjutan budaya Peranakan Tionghoa-Melayu di Batam.
</description>
<dc:date>2025-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/468">
<title>PERENCANAAN KOMPLEKS MONUMEN EKOLOGI: REPRESENTASI KESADARAN LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MELAYU DI KOTA BATAM</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/468</link>
<description>PERENCANAAN KOMPLEKS MONUMEN EKOLOGI: REPRESENTASI KESADARAN LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MELAYU DI KOTA BATAM
Yadi, Boy Andri; Maulana, Indri Astuti; Parayogi, Laras Mitra
Penelitian ini merespons degradasi lingkungan yang signifikan di Kota Batam melalui perencanaan Kompleks Monumen Ekologi dengan pendekatan Arsitektur Melayu. Kompleks ini mengintegrasikan fungsi edukasi, riset, konservasi, dan teknologi terkini dalam satu kawasan arsitektural yang berkelanjutan. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisa tapak, dan kajian preseden. Hasil dari penelitian ini adalah konsep desain kompleks yang responsif iklim, mengadaptasi arsitektur vernakular Melayu, dan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan seperti ventilasi silang dan panel surya. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa Kompleks Monumen Ekologi dapat menjadi katalisator kesadaran lingkungan serta pelestarian budaya di kawasan perkotaan industri seperti Kota Batam.
</description>
<dc:date>2025-10-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
