<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/429">
<title>2025</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/429</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/679"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/671"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/575"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/549"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-07T06:35:38Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/679">
<title>ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SOFTWARE FAARFIELD DAN COMFAA PADA PERENCANAAN PERKERASAN LANDASAN PACU BANDAR UDARA RAJA HAJI ABDULLAH</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/679</link>
<description>ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SOFTWARE FAARFIELD DAN COMFAA PADA PERENCANAAN PERKERASAN LANDASAN PACU BANDAR UDARA RAJA HAJI ABDULLAH
Ananda, Putri Agustin
enelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil perencanaan perkerasan landasan pacu&#13;
menggunakan aplikasi FAARFIELD dan COMFAA di Bandar Udara Raja Haji Abdullah.&#13;
Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil perencanaan,&#13;
menentukan aplikasi yang memberikan hasil optimal dalam hal ketebalan dan kualitas&#13;
perkerasan, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing aplikasi.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif, dengan analisis terhadap spesifikasi&#13;
teknis landasan pacu dan parameter yang dimasukkan ke dalam kedua aplikasi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa FAARFIELD memberikan analisis ketebalan perkerasan&#13;
yang lebih detail dan akurat, namun dengan waktu pemrosesan yang lebih lama, sedangkan&#13;
COMFAA menawarkan proses yang lebih cepat dan antarmuka yang lebih ramah&#13;
pengguna. Meskipun demikian, COMFAA mungkin kurang akurat dalam perhitungan&#13;
ketahanan perkerasan dibandingkan FAARFIELD. Kedua aplikasi memiliki keunggulan&#13;
masing-masing yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik perencanaan
</description>
<dc:date>2025-11-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/671">
<title>ANALISIS PENERAPAN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN SEI GONG TAHAP II DI KOTA BATAM</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/671</link>
<description>ANALISIS PENERAPAN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN SEI GONG TAHAP II DI KOTA BATAM
Simanjuntak, Chrismanto; Agustina, Dian Hastari; Kusmawan, Edi
Penelitian ini membahas analisis penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada&#13;
proyek pembangunan bendungan, yang merupakan salah satu proyek konstruksi dengan risiko&#13;
tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi kebijakan&#13;
K3, mengidentifikasi potensi bahaya, serta menilai efektivitas prosedur K3 yang diterapkan&#13;
selama pelaksanaan proyek.
</description>
<dc:date>2025-11-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/575">
<title>ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TIMBUNAN DAN GALIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN RHABAYU GREEN DAPUR 12 KOTA BATAM</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/575</link>
<description>ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TIMBUNAN DAN GALIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN RHABAYU GREEN DAPUR 12 KOTA BATAM
Mangunsong, Ramyantho
Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek seringkali disebabkan oleh perencanaan manajemen waktu yang kurang efektif serta tidak adanya tindakan korektif ketika terjadi penyimpangan dari jadwal. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pembengkakan biaya dan penurunan kualitas proyek. Oleh karena itu, perhitungan yang tepat dan perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk memastikan pengendalian waktu dan biaya secara efektif di lapangan, sehingga pengeluaran proyek dapat diminimalkan. Efektivitas penggunaan alat berat merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya pada pekerjaan cut and fill. Studi ini dilakukan pada proyek Perumahan Rhabayu Green, Batam, dengan menganalisis kombinasi excavator, dumptruck, dan bulldozer. Analisis produktivitas dilakukan menggunakan metode Rochmanhadi yang memperhitungkan kapasitas bucket, waktu siklus, serta efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 2 unit excavator kapasitas 2,8 m³, 11 unit dumptruck kapasitas 22 m³, dan 3 unit bulldozer menghasilkan durasi 35 hari kerja dengan biaya Rp 1.905.405.960,00. Hasil ini lebih efisien dibandingkan kondisi eksisting (81 hari, biaya Rp 3.250.642.752,00) maupun alternatif 1 (63 hari, biaya Rp 2.945.294.856,00)
</description>
<dc:date>2025-10-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/549">
<title>Perencanaan Modifikasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  pada Proyek Pulau Bawah</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/549</link>
<description>Perencanaan Modifikasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  pada Proyek Pulau Bawah
Sholeh, Muhammad
Pulau Bawah merupakan kawasan resor terpencil yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan air limbah domestik. Sistem IPAL yang ada dinilai belum optimal karena keterbatasan kapasitas dan efektivitas pengolahan. Oleh karena itu, dirancang perencanaan modifikasi sistem IPAL berbasis on-site system dengan pendekatan teknologi berkelanjutan.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan, perhitungan teknis, dan evaluasi sistem berdasarkan standar nasional. Desain IPAL yang diusulkan meliputi proses ekualisasi, aerasi menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), sedimentasi, serta penyimpanan hasil olahan untuk digunakan kembali. Sistem ini dirancang dengan kapasitas 149,4148 m³/hari dan waktu retensi 88 jam. Hasil evaluasi menunjukkan kemampuan signifikan dalam menurunkan kandungan BOD, COD, TSS, serta minyak dan lemak.&#13;
Sistem IPAL ini diharapkan menjadi model pengolahan limbah domestik yang mendukung prinsip eco-luxury dan keberlanjutan, terutama di wilayah terpencil seperti Pulau Bawah.
</description>
<dc:date>2025-11-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
