<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1101">
<title>2026</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1101</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1105"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1104"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1102"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-14T15:14:52Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1105">
<title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM DAN TRANSPORTASI PRIBADI DI KOTA BATAM</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1105</link>
<description>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM DAN TRANSPORTASI PRIBADI DI KOTA BATAM
S, Ardy Pranata; Agustina, Dian Hastari; Setiyohadi, Imam
Transportasi merupakan kebutuhan penting masyarakat dalam menunjang&#13;
mobilitas sehari-hari. Di Kota Batam, penggunaan transportasi pribadi masih lebih&#13;
dominan dibandingkan transportasi umum. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa&#13;
terdapat berbagai faktor yang memengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan&#13;
moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor&#13;
yang memengaruhi pemilihan moda transportasi umum dan transportasi pribadi,&#13;
mengetahui proporsi pemilihan moda transportasi, serta menentukan faktor yang&#13;
paling dominan dalam memengaruhi keputusan masyarakat di Kota Batam.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan&#13;
Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis statistik deskriptif. Data diperoleh&#13;
melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang melakukan perjalanan&#13;
di Kota Batam. Analisis AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas setiap&#13;
faktor, sedangkan analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan&#13;
karakteristik responden dan distribusi pemilihan moda transportasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor yang memengaruhi pemilihan&#13;
moda transportasi terdiri atas keselamatan, keamanan, kehandalan, kenyamanan,&#13;
waktu tempuh, biaya, dan aksesibilitas; (2) berdasarkan hasil sintesis global metode&#13;
AHP, masyarakat lebih memprioritaskan transportasi pribadi dengan bobot sekitar&#13;
66%, sedangkan transportasi umum memperoleh bobot sekitar 34%; dan (3)&#13;
keselamatan merupakan faktor yang memiliki prioritas tertinggi dalam menentukan&#13;
pemilihan moda transportasi di Kota Batam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat&#13;
menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas transportasi umum&#13;
sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi.
</description>
<dc:date>2026-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1104">
<title>PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH YANG DI PADATKAN DENGAN STANDAR PROCTOR</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1104</link>
<description>PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH YANG DI PADATKAN DENGAN STANDAR PROCTOR
Putra, Rendy Okta; Agustina, Dian Hastari; Gustiabani, Zures
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan bottom ash terhadap karakteristik pemadatan&#13;
dan kuat geser tanah lempung yang berasal dari kawasan Temiang, Kota Batam. Variasi bottom ash yang digunakan&#13;
terdiri atas 0%, 10%, 20%, dan 30% berdasarkan berat kering tanah. Penelitian diawali dengan pengujian sifat fisik&#13;
tanah yang meliputi kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg, serta distribusi ukuran butiran. Selanjutnya, dilakukan&#13;
pengujian Standard Proctor untuk memperoleh nilai Optimum Moisture Content (OMC) dan Maximum Dry Density&#13;
(MDD), kemudian dilanjutkan dengan Direct Shear Test untuk menentukan parameter kuat geser berupa kohesi (c)&#13;
dan sudut geser dalam (φ). Hasil pengujian Standard Proctor menunjukkan bahwa OMC pada campuran 0%, 10%,&#13;
20%, dan 30% masing-masing sebesar 13%, 12%, 13%, dan 13%, dengan nilai MDD berturut-turut sebesar 1,594&#13;
gr/cm³, 1,509 gr/cm³, 1,433 gr/cm³, dan 1,701 gr/cm³. Berdasarkan hasil Direct Shear Test, campuran bottom ash&#13;
sebesar 20% menghasilkan nilai kohesi tertinggi, yaitu 0,7507 kg/cm² atau mengalami peningkatan sekitar 1,4%&#13;
dibandingkan tanah asli. Sementara itu, nilai sudut geser dalam pada campuran 20% sebesar 54,16° atau mengalami&#13;
penurunan sebesar 11,46° terhadap tanah asli. Penambahan bottom ash hingga 30% cenderung menurunkan parameter&#13;
kuat geser yang disebabkan oleh berkurangnya ikatan antarpartikel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
penggunaan bottom ash sebesar 20% merupakan variasi yang paling signifikan dalam meningkatkan nilai kohesi tanah&#13;
lempung dan berpotensi digunakan sebagai bahan alternatif untuk stabilisasi tanah
</description>
<dc:date>2026-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1102">
<title>PENGARUH BOTTOM ASH TERHADAP KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1102</link>
<description>PENGARUH BOTTOM ASH TERHADAP KONSOLIDASI TANAH LEMPUNG
Mukti, Dimas Perdana; Agustina, Dian Hastari; Gustiabani, Zures
Tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah serta kompresibilitas&#13;
yang tinggi sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat proses konsolidasi.&#13;
Salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik tanah adalah dengan&#13;
memanfaatkan bottom ash sebagai bahan stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui pengaruh penambahan bottom ash terhadap kepadatan dan karakteristik&#13;
konsolidasi tanah lempung.&#13;
Penelitian dilakukan menggunakan sampel tanah dari kawasan Temiang,&#13;
Batam, dengan variasi campuran bottom ash sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%.&#13;
Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah, Standard Proctor&#13;
Test, dan uji konsolidasi satu dimensi mengacu pada ASTM D2435. Parameter yang&#13;
dianalisis meliputi kadar air optimum (OMC), berat volume kering maksimum&#13;
(MDD), angka pori, indeks kompresi (Cc), tekanan prakonsolidasi (Pc), dan&#13;
koefisien konsolidasi (Cv).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang digunakan termasuk tanah&#13;
lempung plastisitas rendah (CL) berdasarkan klasifikasi USCS dan kelompok A-2-&#13;
6 berdasarkan AASHTO. Tanah asli memiliki kadar air optimum sebesar 13% dan&#13;
berat volume kering maksimum sebesar 1,594 gr/cm³. Penambahan bottom ash&#13;
meningkatkan kepadatan tanah, dengan nilai MDD tertinggi sebesar 1,701 gr/cm³&#13;
pada campuran 30%. Secara keseluruhan, variasi bottom ash 30% memberikan&#13;
karakteristik konsolidasi yang paling baik dibandingkan variasi lainnya, sehingga&#13;
berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk meningkatkan kualitas tanah&#13;
lempung.
</description>
<dc:date>2026-10-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
