<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1075">
<title>2026</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1075</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1076"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-05T21:42:09Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1076">
<title>Peran Tokoh Masyarakat dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 (Studi Kasus Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam)</title>
<link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1076</link>
<description>Peran Tokoh Masyarakat dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 (Studi Kasus Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam)
Janneti, Sabrina; Sutarto, Dendi; Lestari, Linayati
Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu indikator penting keberhasilan demokrasi lokal.&#13;
Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024, tingkat partisipasi pemilih di Kota Batam mencatatkan&#13;
angka terendah sepanjang sejarah pemilu di kota tersebut, yaitu 46,76%, meskipun Kecamatan Bulang tetap&#13;
menjadi kecamatan dengan partisipasi tertinggi (72,28%), walau menurun dari 83,65% pada Pilkada 2020.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tokoh masyarakat dalam meningkatkan partisipasi politik pada&#13;
Pilkada 2024 di Pulau Bulang Lintang, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Penelitian menggunakan metode&#13;
kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan&#13;
dokumentasi terhadap 11 informan yang dipilih secara purposive dan snowball. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa tokoh masyarakat mencakup tokoh adat, tokoh agama, ketua RT/RW, dan tokoh pemuda menjalankan&#13;
tiga peran utama: pendidik politik, motivator politik, dan mediator politik. Peran tersebut efektif secara mikro&#13;
karena ditopang oleh kepercayaan sosial, kedekatan kekerabatan, dan komunikasi informal yang intensif. Namun&#13;
demikian, efektivitas peran tersebut secara agregat masih dibatasi oleh kondisi geografis kepulauan, rendahnya&#13;
literasi politik sebagian warga, kesibukan bekerja sebagai nelayan, serta penyebaran informasi yang belum&#13;
merata. Disimpulkan bahwa modal sosial tokoh masyarakat menjadi aset strategis penopang partisipasi politik di&#13;
wilayah kepulauan, namun perlu diperkuat melalui sinergi berkelanjutan dengan KPU, Bawaslu, dan pemerintah&#13;
kota, khususnya dalam pemerataan infrastruktur informasi dan pencegahan politik uang.
</description>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
