<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>JURNAL SKRIPSI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/412" rel="alternate"/>
<subtitle>PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI</subtitle>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/412</id>
<updated>2026-04-07T06:26:41Z</updated>
<dc:date>2026-04-07T06:26:41Z</dc:date>
<entry>
<title>IMPLEMENTASI METODE DOE DALAM OPTIMALISASI WAKTU PROSES REGENERASI TWO-BED PADA PEMBUATAN AIR DEMIN  (STUDI KASUS: PT. EO BAT</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/923" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ihsan, Syariful</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/923</id>
<updated>2026-02-25T05:16:13Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">IMPLEMENTASI METODE DOE DALAM OPTIMALISASI WAKTU PROSES REGENERASI TWO-BED PADA PEMBUATAN AIR DEMIN  (STUDI KASUS: PT. EO BAT
Ihsan, Syariful
Air demin adalah air bebas mineral yang digunakan sebagai air pengisi pada ketel uap. Air&#13;
demin dihasilkan dari proses demineralisai dengan menggunakan alat penukar ion, pada prosesnya resin&#13;
pada penukar ion akan Mengalami jenuh, sehingga perlu dilakukan regenerasi resin untuk mengaktifkan&#13;
kembali ion-ion pada resin. Design awal proses regenerasi dilakukan dengan waktu 125 menit, akan&#13;
tetapi kondisi sekarang mengalami penambahan waktu proses regenerasi menjadi 180 menit, artinya ada&#13;
penambahan waktu regenerasi sebanyak 55 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari faktor&#13;
penyebab bertambahnya waktu regnerasi, menemukan parameter optimum regenerasi dan melakukan&#13;
efisiensi biaya pada proses regenerasi. Metode yang digunakap pada penelitian ini adalah metode DoE&#13;
(Design of Experiment). Dari penelitian ini didapatkan parameter konsentrasi chemical HCl dan&#13;
konsentrasi chemical NaOH yang paling optimum adalah pada konsentrasi chemical HCl 3.5% dan&#13;
konsentrasi chemical NaOH 2.2 % dan efisiensi biaya mencapai 8.906.475 Rupiah untuk 1 kali proses&#13;
regenerasi.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PERANCANGAN ARDUINO UNO PADA DESIGN MESIN PICK AND PLACE SORTING COLOUR AUTOMATION UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/881" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sutita, Yuwono Izzah</name>
</author>
<author>
<name>Irwan, Hery</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/881</id>
<updated>2026-02-04T08:50:54Z</updated>
<published>2026-02-04T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERANCANGAN ARDUINO UNO PADA DESIGN MESIN PICK AND PLACE SORTING COLOUR AUTOMATION UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS
Sutita, Yuwono Izzah; Irwan, Hery
Arduino Uno merupakan sebuah mikrokontroler open-source yang dibangun di atas platform&#13;
mikrokontroler Atmel AVR. Arduino Uno memfasilitasi pengguna dalam merancang dan membuat&#13;
berbagai proyek elektronik dengan cara yang sederhana. Mikrokontroler ini menggunakan Integrated&#13;
Circuit (IC) sebagai komponen utamanya.yaitu mikrokontroler ATMega328P. Arduino Uno dirancang&#13;
agar mudah digunakan oleh pemula sekalipun. Tersedia banyak tutorial dan komunitas yang siap&#13;
membantu. Arduino Uno dimanfaatkan untuk mengontrol putaran motor servo Sg90 serta untuk&#13;
mendeteksi warna menggunakan sensor TCS3200. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk memahami&#13;
komponen-komponen yang diperlukan dalam pengendalian input/output serta cara penulisan program&#13;
pada Arduino Uno. Melalui hasil jurnal ini, kita dapat mengetahui komponen-komponen yang digunakan&#13;
pada mesin robot pick and place sorting colour automation serta proses perancangan mesin tersebut.&#13;
Rancangan ini diharapkan mampu mengendalikan mesin robot pick and place sorting colour automation&#13;
secara serentak.
</summary>
<dc:date>2026-02-04T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PENERAPAN SWOT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM PABRIK TAHU (Studi Kasus Pabrik Tahu Rahayu Karya Mandiri)</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/873" rel="alternate"/>
<author>
<name>Widayanti, Arlina</name>
</author>
<author>
<name>Merjani, Abdullah</name>
</author>
<author>
<name>Atma, Vera Methalina</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/873</id>
<updated>2026-02-03T09:56:37Z</updated>
<published>2026-02-03T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENERAPAN SWOT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM PABRIK TAHU (Studi Kasus Pabrik Tahu Rahayu Karya Mandiri)
Widayanti, Arlina; Merjani, Abdullah; Atma, Vera Methalina
Usaha kecil dan menengah merupakan bagian yang dapat menggerakkan perekonomian negara. Salah&#13;
satu usaha kecil yang berkembang di masyarakat adalah usaha dagang tahu dan tempe. Ukuran&#13;
keberhasilan suatu perusahaan adalah kinerjanya dapat berbagi dan menggunakan sumber daya ini&#13;
didedikasikan untuk merebut kesempatan (opportunity) untuk merespon dan menilai ancaman&#13;
(threats) juga di perusahaannya lingkungan melihat analisis SWOT. UMKM Pabrik tahu Rahayu&#13;
Karya Mandiri ini bergerak di bidang produksi. Dengan keuntungan yang meningkat memperkuat&#13;
bisnis dan mendapatkan pangsa pasar. Variabel penelitian adalah atribut, nilai/sifat benda,&#13;
orang/kegiatan yang memiliki variasi tertentu satu sama lain, yang ditentukan oleh peneliti untuk&#13;
meneliti, mengambil, dan menarik kesimpulan dari informasi. Hasil dari penelitian ini yaitu ada&#13;
beberapa strategi yang di perlukan oleh perusahaan untuk meningkatkan strategi pengembangan&#13;
UMKM. Serta sesuai dengan hasil diagram analisis SWOT yaitu (0,76 ; 0,56) dimana pabrik ada pada&#13;
kuadran 1 dengan menggunakan strategi agresif (pertumbuhan) yang memanfaatkan peluang dan&#13;
kekuatan.
</summary>
<dc:date>2026-02-03T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENENTUAN DISPATCHING RULES PADA PENJADWALAN DUA MESIN IDENTIK YANG DISUSUN SECARA PARALEL</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/866" rel="alternate"/>
<author>
<name>Handini, Tamara</name>
</author>
<author>
<name>Irwan, Hery</name>
</author>
<author>
<name>Sumarya, Edi</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/866</id>
<updated>2026-02-02T09:11:05Z</updated>
<published>2026-02-02T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENENTUAN DISPATCHING RULES PADA PENJADWALAN DUA MESIN IDENTIK YANG DISUSUN SECARA PARALEL
Handini, Tamara; Irwan, Hery; Sumarya, Edi
Perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur produksi alat pengeboran oil &amp; gas. Proses&#13;
produksi di perusahaan menggunakan dua mesin identik. Dua mesin identik ini tidak saling&#13;
berhubungan dalam proses produksinya. Penjadwalan di perusahaan dalam memproduksi&#13;
menggunakan metode random, sedangkan dalam pengiriman produk di perusahaan saling&#13;
berpasangan contohnya produk satu-dua dan produk tiga-empat. Meskipun produksi menggunakan&#13;
dua mesin identik tetapi perusahaan sering mengalami keterlamabatan 1 sampai 2 minggu dalam&#13;
pengiriman produk. Hal ini di sebabkan oleh faktor produk yang seharusnya di kirim berpasangan&#13;
tetapi produk tersebut belum selesai di produksi, dikarenakan metode penjadwalan produksi yang&#13;
digunakan belum tepat. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu menentukan dispaching rule&#13;
pada penjadwalan yang tepat. Adapun metode yang dipakai dalam menyelesaikan penelitian yaitu&#13;
metode dispatching rule FCFS (Fist Come Fist Serve), SPT (Shortest Proccessing Time) dan Metode&#13;
Johnson. Dispatching rules dengan aturan FCFS, SPT dan Jhonson, dari ketiga aturan tersebut SPT&#13;
(Shortest Prosessing Time) adalah metode terbaik untuk penjadwalan produksi karena memiliki waktu&#13;
terpendek diantara FCFS dan jhonson. Waktu penyelesaian rata-rata yaitu 102,5 jam, utilisasi mesin&#13;
yaitu 20%, jumlah pekerjaan rata-rata dalam sistem yaitu 7,50 jam, keterlambatan pekerjaan rata-rata&#13;
yaitu 1,7 jam serta waktu alir rata-rata 596,0 jam.
</summary>
<dc:date>2026-02-02T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
