<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>2026</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1068" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1068</id>
<updated>2026-10-05T21:41:24Z</updated>
<dc:date>2026-10-05T21:41:24Z</dc:date>
<entry>
<title>HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN 1 KOTA BATAM</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1074" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sartika, Noli</name>
</author>
<author>
<name>Yanizon, Ahmad</name>
</author>
<author>
<name>Ramdani</name>
</author>
<author>
<name>Marpaung, Junierissa</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1074</id>
<updated>2026-10-05T13:36:55Z</updated>
<published>2026-10-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN 1 KOTA BATAM
Sartika, Noli; Yanizon, Ahmad; Ramdani; Marpaung, Junierissa
Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulation dengan minat belajar siswa&#13;
kelas X di MAN 1 Kota Batam. Penelitian ini merupakan pentingnya kemampuan siswa dalam mengatur diri selama&#13;
proses pembelajaran serta adanya dugaan keterkaitan antara kemampuan pengelolaan diri dengan munculnya minat&#13;
belajar, khususnya pada siswa yang tengah mengalami masa transisi dari jenjang sekolah menengah pertama ke&#13;
jenjang madrasah aliyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi&#13;
sebanyak seluruh siswa reguler kelas X MAN 1 Kota Batam yang berjumlah 349 siswa, dengan sampel sebanyak 78&#13;
siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self regulation dengan minat belajar siswa kelas X di MAN 1 Kota Batam, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,547 dan nilai signifikansi sebesar&#13;
0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan dengan tingkat korelasi sedang antara self regulation dengan&#13;
minat belajar siswa. Artinya, semakin baik kemampuan self regulation yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula&#13;
minat belajar yang dimiliki siswa, dan berlaku pula sebaliknya.
</summary>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA SMP N 30 BATAM</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1073" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nazwa, Sabilah Mahasa</name>
</author>
<author>
<name>Ramdani</name>
</author>
<author>
<name>Yanizon, Ahmad</name>
</author>
<author>
<name>Marpaung, Junierissa</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1073</id>
<updated>2026-10-05T13:20:01Z</updated>
<published>2026-10-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA SMP N 30 BATAM
Nazwa, Sabilah Mahasa; Ramdani; Yanizon, Ahmad; Marpaung, Junierissa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh permisif terhadap perilaku agresif siswa di SMP N 30&#13;
Batam. Pendidikan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku sosial anak, namun pola&#13;
asuh permisif yang memberikan kebebasan tanpa kontrol yang memadai dapat memicu munculnya perilaku agresif&#13;
pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi&#13;
penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII yang berjumlah 100 siswa, dengan sampel sebanyak 50 responden&#13;
yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner&#13;
menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear&#13;
sederhana, uji t, serta koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh&#13;
permisif memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku agresif siswa dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan&#13;
tingkat signifikansi &lt; 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa pola asuh permisif memberikan kontribusi&#13;
pengaruh sebesar 70,7% terhadap perilaku agresif siswa, sedangkan 29,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar&#13;
penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh permisif oleh orang tua,&#13;
maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif yang ditunjukkan oleh siswa.
</summary>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PREFERENSII SISWA TERHADAP CHATGPT DALAM DUKUNGAN EMOSONAL: ANALISIS SELF-DISCLOSURE, TRUST, DAN PSYCHOLOGICAL SAFETY BERBASIS BIMBINGAN DAN KONSELING KOLABORATIF</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1072" rel="alternate"/>
<author>
<name>MORIATTY, RISTAMA RONA</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1072</id>
<updated>2026-10-05T13:11:34Z</updated>
<published>2026-10-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PREFERENSII SISWA TERHADAP CHATGPT DALAM DUKUNGAN EMOSONAL: ANALISIS SELF-DISCLOSURE, TRUST, DAN PSYCHOLOGICAL SAFETY BERBASIS BIMBINGAN DAN KONSELING KOLABORATIF
MORIATTY, RISTAMA RONA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi siswa dalam menggunakan ChatGPT sebagai media dukungan&#13;
emosional ditinjau dari aspek self-disclosure, trust, dan psychological safety, serta implikasinya dalam Bimbingan dan&#13;
Konseling Kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 60 siswa&#13;
sekolah menengah atas. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur ketiga variabel utama. Analisis&#13;
data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa psychological safety memiliki nilai rata-rata tertinggi (M = 4,12), diikuti self-disclosure (M = 3,98) dan trust (M = 3,85),&#13;
yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara&#13;
psychological safety dan self-disclosure (r = 0,68; p &lt; 0,01), serta antara trust dan self-disclosure (r = 0,61; p &lt; 0,01). Hasil&#13;
regresi menunjukkan bahwa psychological safety (β = 0,45) dan trust (β = 0,37) berpengaruh signifikan terhadap selfdisclosure, dengan kontribusi model sebesar 52% (R² = 0,52). Temuan ini menunjukkan bahwa rasa aman psikologis&#13;
merupakan faktor dominan dalam mendorong keterbukaan diri siswa dalam menggunakan ChatGPT. Secara keseluruhan,&#13;
penelitian ini mengungkap adanya pergeseran preferensi siswa dalam mencari dukungan emosional dari interaksi&#13;
interpersonal menuju interaksi berbasis teknologi. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan&#13;
Konseling Kolaboratif perlu beradaptasi dengan menghadirkan lingkungan yang lebih aman secara psikologis, membangun&#13;
kepercayaan,serta mengintegrasikan teknologi sebagai bagian dari sistem dukungan yang komprehensif..
</summary>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII.6 DI SMP NEGERI 47 KOTA BATAM</title>
<link href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1071" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kamilah, Anis</name>
</author>
<author>
<name>Yanizon, Ahmad</name>
</author>
<author>
<name>Marpaung, Junierissa</name>
</author>
<author>
<name>Ramdani</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/1071</id>
<updated>2026-10-05T12:42:22Z</updated>
<published>2026-10-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII.6 DI SMP NEGERI 47 KOTA BATAM
Kamilah, Anis; Yanizon, Ahmad; Marpaung, Junierissa; Ramdani
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar self-management&#13;
dengan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 47 Kota Batam.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional.&#13;
Subjek penelitian berjumlah 39 siswa yang dipilih secara total sampling. Selfmanagement di ukur dengan skala likert berdasarkan indikator pendorongan diri,&#13;
penyusunan diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Begitu juga dengan&#13;
kedisiplinan belajar, di ukur dengan menggunakan skala likert berdaarkan indikator&#13;
mengerjakan tugas sekolah dirumah, mempersiapkan keperluan sekolah dirumah,&#13;
sikap siswa di sekolah, kehadiran siswa dan melaksanakan tata tertib di sekolah.&#13;
Anlisi data dilakukan dengan menggunakan statistic (normalitas dan linearitas),&#13;
serta uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa&#13;
memiliki self-management sebesar 38% dengan kategori sedang dan kedisiplinan&#13;
belajar 38% berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana&#13;
menghasilkan R = 0,354 dapat diartikan bahwa kedisiplinan belajar siswa&#13;
mempengaruhi self-management sebesar 35,4% dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05,&#13;
yang menunjukan bahwa Ha di terima dan Ho ditolak, sehingga terdapat adanya&#13;
pengaruh positif antara self-management dengan kedisiplinan belajar siswa. Yang&#13;
artinya semakin tinggi self-management siswa, maka semakin tinggi pula&#13;
kedisiplinan belajar siswa, begitu juga sebaliknya semakin rendah self-management&#13;
siswa maka semakin rendah pula kedisiplinan belajar siswa
</summary>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
